Monday, February 29, 2016

Mainan hape.

Mataku melekat nikmat di layar seukuran telapak tangan. Mengelus-elus permukaannya yang licin. Menyibak warna-warni. Terkadang senyum sendiri.

Sebenernya ini lagi bosen main hape.

Yay

Hai semua! Intro di atas tadi luar biasa epik ya. Sangat puitis dan sombong. Mainan diksi. Cuih. Memangnya sastrawan picisan apa aku ini. Anyway (pakai huruf miring karena bahasa Inggris) saya sudah mulai jengah dengan main hape. Bosan? Bosan??

Iya. Bosan. B-O-S-A-N. Tiap hari melihat notifikasi yang "cetlung cetlung." Nggak ada salahnya sih. Nggak ada. Cuma kok ya, kayak jadi kewajiban tapi nggak wajib? Rasanya jadi... hm... apa ya... padahal banyak kegiatan produktif tapi mainan hape malah bikin merasa konsumtif dan merasa hina dina. Kasihan si Dina.

Eh bentar. Mainan hape. Ya. Mainan. Judul bagus untuk subbab berikutnya.

Mainan Hape

Sering kan sama orang tua dibilangin "Eh! Udahan mainan komputernya! Sholat dulu!" padahal lagi ngoding tea. Tapi ya itu ya, kalau misalnya lagi dihadapkan dengan gadget maka akan dicap plek-plek sebagai mainan. Sebelumnya mari kita cari dulu etimologi dari "gadget."

Gadget berasal dari kata Gaget, yang merupakan nama perusahaan dari pembuat patung Liberty. Perusahaan ini membentuk miniatur patung libery dan menamainya sebagai Gaget. Gitu sih katanya Wikipedia. Sotoy banget ya wikipedia? Tapi saya pernah baca juga kalau Gadget itu berasal dari kata Garet, yang artinya alat. Katanya mah. Huh. Lupa-lupa ingat. Dapat dari bacaan pas belajar TOEFL gitu membahas gadget ini.

Yok yok. Berarti sudah jelas lah ya bahwa gadget itu artinya alat. Tapi kenapa ya kita nggak pernah ngomong ke ibu waktu main coet dan mutu "Bu! Udahan mainan ulekannya! Sholat dulu sana!"

Hayo. Hayo.

Kayaknya saya harus mengurangi penggunaan HAPE BERLEBIHAN ini. Layaknya bernafas, kalau berlebihan juga berbahaya. Hayo. Sekarang kamu pasti lagi mikirin kalau kamu bernafas. Padahal sebelumnya nggak kepikiran nafas. Jadi manual deh nafasnya. Kasihan. Kasihan.

Back to the topic.

Mungkin pengurangan ini dengan cara stop penggunaan hape dari jam sekian sampai sekian. Misalnya dari jam 1 malam hingga 11 malam. Berarti bisa mainan hapenya cuma dari jam 11 malam hingga 1 malam. Wah. Berarti mainan hapenya 2 hari dong? Kalau tanggal 12 Mei nya jam 11 malam lewat satu detik, jam 00:59 nya udah 13 Mei kan?? WAH! WAH! WOW! WOW!

Main Laptop Juga Capek

Padahal banyak kerjaan, cita-cita, dan mimpi yang saya gunakan di laptop. Aduh, laptopnya udah rada butut lagi, suka mati nyala sendiri. Serem ya? Eh bentar. Capek.

Capek karena saya mainan laptopnya duduk di lantai. Kenapa duduk di lantai? Karena saya tidak mempunyai kursi dong, of course. Silly question. Jadi kepikiran mau beli meja dan kursi untuk kerja.

Ruang Kerja

Iya nih, kayaknya butuh area untuk ruang kerja, biar mainan laptopnya lebih nyaman, punggung juga aman, dan duit pun bergelimangan. Maksudnya jadi bisa ngerjain project dengan nikmat sehat wal afiat.

Demikian RANT SAYA YANG NGGAK PENTING. Kalau anda membaca sampai bawah sini berarti anda adalah 1% orang yang beruntung dan agak.. kurang kerjaan sih.

Bentar, bentar, 1% dari apa? Ya 1% dari 100% lah!

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatu

Wednesday, February 24, 2016

#NasiNasi 2. Jas Hujan

Ini adalah #NasiNasi 2. Karena banyak nasi adalah narasi. Jadi kayak pembawa acara radio gini.

Hari ini pas berangkat ke kantor pakai jas hujan. Kenapa? Karena mendung, dan dari rumah sudah kayak agak rintik. Siapa tahu di jalan bakalan hujan, ya kan? Daripada berhenti di tengah jalan dan nanggung, ribet buat masang ponco, mending pasang dari rumah.

Eh, ternyata di jalan nggak hujan. Bahkan pas sudah deket kantor mataharinya terik banget.

Hari pun berlalu, dan jam 17 menyambangi kembali. Meni puitis teu penting. Anyway, dari kantor nggak hujan. Eh, ternyata lama-lama di jalan ternyata gerimis rintik kecil. Kayaknya nggak bakalan hujan. Eh, makin lama makin deras. Sampai dekat rumah terus hujan gerimis.

Ini kok kebalikan gini ya?

Demikian #NasiNasi hari ini. Semoga menginspinasi. Salam rice cooker.