Monday, March 24, 2014

Sepintas Pertanyaan Mengenai Jaringan Syaraf Tiruan

Saya baru saja membaca tulisan tentang jaringan syaraf tiruan oleh Andrej Kenker et Al. Tulisan beliau berjudul "Introduction to the Artificial Neural Networks". Selain itu saya juga baru saja membaca pembahasan serupa berjudul "Artificial Neural Networks: A Tutorial" oleh Anil K. Jain dan Jianchang Mao.

Kedua tulisan tadi merupakan tulisan yang membahas dasar penjelasan dan penggunaan jaringan syaraf tiruan. Jaringan syaraf tiruan itu sendiri adalah satu kesatuan algoritma dan struktur data yang membentuk kecerdasan buatan (AI) meniru cara kerja syaraf makhluk hidup.

Dari kedua tulisan tadi ada pertanyaan yang membuat saya penasaran:
1. Bagaimana kita memilih topologi yang benar?
2. Bagaimana kita menentukan algoritma learning yang benar?

Hal yang saya tangkap dari kedua tulisan tadi bahwa pemilihan topologi dan algoritma learning disesuaikan dengan permasalahan yang akan dipecahkan. Permasalahan yang saya angkat adalah mengenai pengenalan gambar huruf. Berarti ini adalah permasalahan klasifikasi yang berarti dilakukan dengan supervised learning. Namun topologi apa yang harus diambil? Andrej Kenker et Al menyebutkan pemilihan classifier (termasuk di dalamnya jenis topologi jika menggunakan jaringan syaraf tiruan, begitu yang saya tangkap) adalah still more art than science, yang berarti mengandalkan intuisi untuk menentukan jaringan yang tepat.

Saya membaca sebuah jurnal dari Farhad Soleimanian et al berjudul "Artificial Network Application in Letters Recognition for Farsi/Arabic Manuscripts."Dari tulisan beliau disebutkan bahwa penelitian pengenalan huruf arab yang dilakukan menggunakan topologi multilayer perceptron dan menggunakan back propagation learning.

Saya rasa saya akan mengikuti jejak penelitian Farhad Soleimanian dalam melakukan klasifikasi huruf

Kini pertanyaan yang muncul adalah seperti apakah multilayer perceptron dan back propagation learning itu?